Cerita Koas Gigi
Assalamualaikum... Sudah lama sekali tidak menulis di blog lagi. 😅
Tapi akhirnya, sy memutuskan untuk menulis lagi. Karena menulis, akan meninggalkan banyak sejarah atau kenangan hari hari kita. Gapapa laa kalau kurang enak dibaca hehe.
Kini sudah sekitar 6 tahun sy berada di tanah rantauan, di Palembang tepatnya. Tidak terasa ternyata sudah begitu lama. Setelah menyelesaikan bagian preklinik di kedokteran gigi, bagian klinik kini sedang kujalani.
Banyak hal yang mungkin org lain tidak tahu bagaimana perjalanan koas gigi untuk menyelesaikan masa kliniknya. Bagaikan ninja hatori.. Haha. Mendaki gunung lewati lembah.. Jalan berliku-liku.
Banyak hal yg mempengaruhi progressnya koas mahasiswa kedokteran gigi.
1. Bank pasien
Koas gigi hrus banyak mencari relasi untuk mendapatkan pasien. Hrus berusaha persuasif ke objek yg akan ditargetkan jadi pasien. Semua cara pun dilakukan.
Kalo lagi di tempat umum, pasti yg diperhatikan adalah giginya. Mau di tempat makan, di jalan, di angkutan, di mana saja kalo ada yg ingin dijadikan target pasti akan berusaha utk melakukan pendekatan. Haha....
So... Isi kontak HP full dengan kontak nya pasien. Hehe tapi inilah kebahagiaan anak koas gigi.
Namun, ketika pasien kosong, tidak ada yg bisa dikerjakan. Koas gigi pasti stress setengah mati. Tidur tak nyenyak makan tak enak semua komplikasi rasanya. Target tak tercapai.😱
Bagaimana tidak, tahapan kerja belum selesai, pasien ga bisa dihubungi, pasien ga mau datang lagi, pasien kabur atau yg lebih sedih ketika mendengar pasiennya meninggal. Faktor yg tidak dapat dikendalikan. 😔
Koas gigi pun semakin uring uringan, semuanya terhambat sedangkan sudah byk yg dilakukan dan ditaruhkan. (Sabar yaak 😷)
Bahkan, melihat teman yg ngerjain pasien terus pun membuat koas gigi jadi suntuk. Tensi darah pun meningkat, senggol dikit bacok. Pokoknya seram.
Disinilah koas gigi harus belajar kesabaran... Harus banyak melatih menerima keadaan, belajar untuk tidak iri dengan teman se koas. Harus banyak banyak mengontrol hati . Banyak belajar husnuzan ke Allah Sang Maha yang Memberi Pertolongan ke hamba Nya yang memiliki kesulitan.
Memang tidak muda, tapi harus berusaha semuanya dikaitkan ke Allah. Agar semuanya terasa ringan walau sebenarnya berat.
Tidak banyak hal yg terkait dengan pasien membuat koas gigi menangis .
Yaa begitulaa.. Adanya pasien merupakan aspek penting dalam perjalanan koas gigi.
(Yuuk jdi pasien koas gigi 😁)
Tapi, tidak hanya hal yang sedih saja yg dialami koas gigi bersama pasien.
Hal- hal yg menyenangkan pun ada..
Okee selanjutnya bersambung duluuu yaaa.
Jaga selalu kebersihan gigi dan mulut yaa!
Jangan lupa sikat gigi mu sebelum tidur. Bye.
Tapi akhirnya, sy memutuskan untuk menulis lagi. Karena menulis, akan meninggalkan banyak sejarah atau kenangan hari hari kita. Gapapa laa kalau kurang enak dibaca hehe.
Kini sudah sekitar 6 tahun sy berada di tanah rantauan, di Palembang tepatnya. Tidak terasa ternyata sudah begitu lama. Setelah menyelesaikan bagian preklinik di kedokteran gigi, bagian klinik kini sedang kujalani.
Banyak hal yang mungkin org lain tidak tahu bagaimana perjalanan koas gigi untuk menyelesaikan masa kliniknya. Bagaikan ninja hatori.. Haha. Mendaki gunung lewati lembah.. Jalan berliku-liku.
Banyak hal yg mempengaruhi progressnya koas mahasiswa kedokteran gigi.
1. Bank pasien
Koas gigi hrus banyak mencari relasi untuk mendapatkan pasien. Hrus berusaha persuasif ke objek yg akan ditargetkan jadi pasien. Semua cara pun dilakukan.
Kalo lagi di tempat umum, pasti yg diperhatikan adalah giginya. Mau di tempat makan, di jalan, di angkutan, di mana saja kalo ada yg ingin dijadikan target pasti akan berusaha utk melakukan pendekatan. Haha....
So... Isi kontak HP full dengan kontak nya pasien. Hehe tapi inilah kebahagiaan anak koas gigi.
Namun, ketika pasien kosong, tidak ada yg bisa dikerjakan. Koas gigi pasti stress setengah mati. Tidur tak nyenyak makan tak enak semua komplikasi rasanya. Target tak tercapai.😱
Bagaimana tidak, tahapan kerja belum selesai, pasien ga bisa dihubungi, pasien ga mau datang lagi, pasien kabur atau yg lebih sedih ketika mendengar pasiennya meninggal. Faktor yg tidak dapat dikendalikan. 😔
Koas gigi pun semakin uring uringan, semuanya terhambat sedangkan sudah byk yg dilakukan dan ditaruhkan. (Sabar yaak 😷)
Bahkan, melihat teman yg ngerjain pasien terus pun membuat koas gigi jadi suntuk. Tensi darah pun meningkat, senggol dikit bacok. Pokoknya seram.
Disinilah koas gigi harus belajar kesabaran... Harus banyak melatih menerima keadaan, belajar untuk tidak iri dengan teman se koas. Harus banyak banyak mengontrol hati . Banyak belajar husnuzan ke Allah Sang Maha yang Memberi Pertolongan ke hamba Nya yang memiliki kesulitan.
Memang tidak muda, tapi harus berusaha semuanya dikaitkan ke Allah. Agar semuanya terasa ringan walau sebenarnya berat.
Tidak banyak hal yg terkait dengan pasien membuat koas gigi menangis .
Yaa begitulaa.. Adanya pasien merupakan aspek penting dalam perjalanan koas gigi.
(Yuuk jdi pasien koas gigi 😁)
Tapi, tidak hanya hal yang sedih saja yg dialami koas gigi bersama pasien.
Hal- hal yg menyenangkan pun ada..
Okee selanjutnya bersambung duluuu yaaa.
Jaga selalu kebersihan gigi dan mulut yaa!
Jangan lupa sikat gigi mu sebelum tidur. Bye.
